Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:56 WIB
Prabowo Angkat 8 Hak Pokok untuk Rakyat
Wahyu Satriani Ari Wulan | Selasa, 30 Juni 2009 | 19:57 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Cawapres Prabowo Subianto memberikan orasi politik di hadapan ribuan kader dan simpatisannya saat kampanye terakhir di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Debat cawapres putaran terakhir digelar malam ini mulai pukul 19.00-21.00. Memasuki sesi visi dan misi, cawapres yang diusung PDI-P dan Partai Gerindra, Prabowo, mendapatkan kesempatan pertama. Prabowo menyoroti 8 hak rakyat yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa.

"Tentunya suatu pemerintahan yang efektif dan berhasil harus bisa menjamin warga negaranya. Yang penting adalah hak-hak rakyat," kata Prabowo yang malam ini mengenakan baju batik putih dengan corak hitam, di sela-sela debat cawapres, Hotel Bidakara Bumikarsa, Jakarta, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan 8 hak pokok warga negara tersebut, yakni pertama, terpenuhinya air bersih bagi rakyat. "Malam ini rakyat kita masih banyak yang harus membeli air bersih," ujarnya.

Kedua, rakyat harus mendapatkan pangan dan makan an yang cukup.

Ketiga, kecukupan sandang atau pakaian. Keempat, mendapatkan papan atau tempat tinggal. Kelima, pekerjaan yang layak. Keenam, sebuah keluarga harus mampu menyekolahkan anak-anaknya.

Tujuh, negara harus mampu memberikan sekolah yang terjangkau dan menjamin sekolah dasar secara gratis. "Negara harus bisa menyekolahkan rakyatnya," tuturnya.

Dan delapan, mendapatkan kualitas kesehatan.

"Dari 8 masalah tersebut, bila tidak dapat dicapai atau disediakan oleh suatu pemerintah, janganlah kita mengatakan pemerintahan tersebut sebagai suatu pemerintahan yang efektif," jelasnya.

Seperti biasanya, Prabowo lantas mengkritik pemerintahan sekarang. Menurutnya, 8 hak rakyat tersebut masih jauh dari pencapaian. Di mana ratusan juta rakyat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan, masih sulit mendapatkan pendidikan, dan masih banyak pengangguran.

"Bu Mega dan saya punya program akan memperjuangkan 12 tahun wajib belajar dengan gratis, menolak UU BHP dan akan memberikan kesehatan dengan harga yang bisa terjangkau," janjinya.