PURWAKARTA, KOMPAS.com — Selebaran bernada menghasut salah satu calon pasangan presiden dan wakil presiden, Selasa (30/6), ditemukan beredar di pusat-pusat keramaian, sopir angkutan kota, dan pedagang kaki lima di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Panitia Pengawas Pemilu setempat tengah berupaya mencari penyebar dan pembuat selebaran tersebut.
Ketua Panwaslu Kabupaten Purwakarta, Sarifudin mengatakan, dari isinya, selebaran tersebut tergolong sebagai kampanye negatif. Selebaran itu mengajak sopir angkot, tukang becak, dan pedagang kaki lima untuk tidak memilih pasangan tertentu karena dinilai membohongi rakyat.
Sebelumnya, pada Senin malam, Panwaslu dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purwakarta mencopot spanduk dan baliho yang dinilai negatif. Sedikitnya ada belasan spanduk dan baliho yang diturunkan.
"Kemarin kita telah mencopoti, tetapi laporan hari ini ada lagi yang dipasang. Kami telah mengklarifikasi ke tim-tim kampanye, namun mereka semua mengaku tidak tahu," tambah Sarifudin.

