JAKARTA, KOMPAS.com - Generasi muda saat ini cenderung acuh terhadap nilai-nilai kebangsaan yang berlaku di Indonesia. Tidak hanya generasi muda perkotaan, tapi hal ini juga menggejala hingga generasi muda di pedesaan.
Hal ini disampaikan calon presiden Megawati Soekarnoputri, Minggu (28/6) malam ketika berkunjung ke Redaksi Harian Kompas di Jakarta. "Ada nuansa keacuhan. Terus terang saya prihatin. Generasi muda saat ini melihat Indonesia dari lensa kecil. Mereka tidak mengerti Indonesia seperti apa," keluh Mega, yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
"Maka itu saya sering protes dan sedikit menggerutu," tambahnya.
Dikhawatirkan, jika hal ini berlarut-larut, maka generasi muda Indonesia menjadi seperti generasi muda di Amerika Serikat dan Eropa. Di sana, generasi muda lebih mengedepankan nilai-nilai yang bersifat material ketimbang mental.
Sementara itu, terkait semakin menipisnya cadangan sumber daya alam di Indonesia, Mega, jika terpilih menjadi presiden RI ke-7, berjanji akan mengembangkan sumber-sumber baru. "Pertanian dan perikanan bisa dikembangkan dan menjadi sumber devisa negara. Eksporasi bahan tambang terus menerus hanya akan merusak ekologi kita," ujarnya.
