
JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam debat capres kedua, Jusuf Kalla menyentil Boediono soal listrik. Hal tersebut dilontarkannya saat menjawab pertanyaan soal kebijakan investasi.
Menurut Jusuf Kalla, pemenuhan listrik merupakan salah satu hal penting untuk mendorong industri. Karena itu, perlu kebijakan investasi pemerintah untuk segera memenuhi pasokan listrik.
"Jangan menduduki duit. Keluarkan itu duit. Harus turun," kata Jusuf Kalla menyentil Boediono. Ia mengatakan bahwa Boediono tidak setuju memberikan jaminan untuk pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt. Saat itu, Boediono duduk sebagai Menteri Perekonomian.
Lontaran JK kontan ditanggapi Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengatakan, saat itu awalnya pertimbangannya tidak ada garansi, tiba-tiba jadi garansi lunak, dan akhirnya garansi penuh.
"Kita berikan garansi itu untuk pengembangan listrik 10.000 megawatt," ujar SBY membela Boediono.
Pembelaan SBY pun dibalas JK kembali. "Kalau dulu tidak setuju, mati lampu sekarang," kata JK.