KUPANG, KOMPAS.com — Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Frans Umbu Data berpendapat, pemilih rasional tidak akan terpengaruh dengan berbagai hasil polling, survei dari berbagai lembaga yang muncul menjelang pemilu presiden pada 8 Juli mendatang.
"Pemilih rasional tidak akan termakan dengan berbagai hasil survei tersebut, meski metodenya dilakukan secara ilmiah," katanya ketika diminta komentarnya seputar hasil survei terkini di Kupang, Kamis (25/6).
Hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang diumumkan pada Rabu menunjukkan, pasangan SBY-Boediono meraih 67 persen, pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (Mega-Pro) 16 persen, dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) hanya sembilan persen.
Sementara hasil survei yang dilakukan Monitoring Development Institute (IDM) menempatkan pasangan Mega-Pro 44,3 persen, SBY-Boediono 30,43 persen, sedangkan JK-Win hanya 13,2 persen.
Menurut Rektor Undana, pemilih rasional akan menjatuhkan pilihan politiknya pada pasangan capres dan cawapres tertentu, setelah mempelajari program kerja yang ditawarkan serta latar belakang dari masing-masing calon.
Polling atau survei juga merupakan salah satu bentuk partisipasi publik yang menunjukkan adanya proses demokrasi yang transparan dan akuntabel, tetapi bukan merupakan satunya-satunya rujukan dalam menentukan pilihan politik.
Ciri khas pemilih rasional dapat diukur dengan pastisipasi menggelar atau mengikuti berbagai forum diskusi dan seminar sebagai wahana untuk menambah informasi sekaligus pembelajaran politik dalam menghadapi pilpres 8 Juli mendatang.
