Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:41 WIB
Prabowo: Boleh Satu Putaran asal Jelas Aturannya
Benny N. Joewono | Rabu, 24 Juni 2009 | 15:52 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Cawapres Prabowo Subianto.

LAMONGAN, KOMPAS.com — Calon wakil presiden Prabowo Subianto menegaskan, Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 satu putaran boleh saja dilakukan asalkan dilaksanakan secara demokratis.

"Satu putaran tidak apa-apa, silakan saja. Asal jelas aturan mainnya," katanya, di hadapan unsur petani, peternak, nelayan, tokoh masyarakat, dan akademisi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (24/6).

Jangan sampai pilpres satu putaran tidak menghasilkan pemerintahan demokratis yang ditandai dengan manipulasi, kecurangan, dan rekayasa. "Ada laporan sejumlah surat suara termasuk yang nomor satu, sudah sobek. Ini yang perlu diwaspadai dan terus diawasi," ujarnya.

Pilpres satu putaran harus benar-benar mencerminkan kepentingan rakyat. Pada kampanyenya di Lamongan, pasangan calon wakil presiden dari calon presiden Megawati Soekarnoputri itu menegaskan, Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alam tetapi banyak yang bocor keluar negeri.

Dalam lima tahun terakhir, angka kebocoran nasional rata-rata Rp 200 triliun. Belum lagi, setiap tahun sebenarnya ada surplus ekspor impor rata-rata 25 miliar dollar AS, setidaknya untuk 12 tahun terakhir.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan, jika terpilih bersama Megawati Soekarnoputri dalam Pemilu Presiden 8 Juli mendatang, akan menolak penjualan BUMN.

Pasangan capres/cawapres itu juga bertekad untuk memberikan kesejahteraan rakyat yang lebih baik, dengan menciptakan lapangan kerja yang memadai, layanan kesehatan, dan pendidikan yang terjangkau.

"Ini bukan angin surga saudara-saudara, karena kita punya potensi dan kekayaan alam yang mendukung untuk melakukan perubahan yang lebih baik," demikian Prabowo.

Sumber :
Ant