JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga survei dalam sepekan terakhir menunjukkan adanya penurunan elektabilitas pasangan SBY-Boediono. Meskipun keduanya masih berada di posisi puncak di antara dua pesaingnya, Mega-Prabowo dan JK-Wiranto.
Wakil Ketua Tim Pakar SBY-Boediono, Bara Hasibuan, mengatakan, penurunan elektabilitas pasangan yang diusung Partai Demokrat itu tak menyurutkan keyakinan menang satu putaran. "Memang menurun, tapi kan tetap di atas 50 persen. Jadi, kami masih yakin kandidat kami menang satu putaran," kata Bara, Selasa (23/6) di Jakarta.
Kendati percaya diri, timnya melakukan evaluasi apa yang menyebabkan penurunan elektabilitas tersebut. "Namun, saya tidak bisa menyebutkan apa hasil evaluasinya," kata dia saat ditanya apa faktor yang melatari penurunannya.
Kecewa mesin partai koalisi tidak solid
Penurunan elektabilitas SBY-Boediono salah satunya diindikasi karena tidak solidnya mesin partai koalisi untuk memperkuat upaya pemenangan, terutama di daerah. Bara sendiri mengakui hal tersebut.
"Kami memang mendengar kabar, di daerah ada kader-kader partai yang seharusnya ada di SBY-Boediono, tapi malah mendukung pasangan lain. Ini kenyataan yang harus diterima dan memang kami sesalkan," kata Bara.
Ia berharap, pimpinan partai koalisi menerapkan secara tegas disiplin partainya secara internal.

