Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:07 WIB
Debat Capres Jangan Dipotong Iklan!
Inggried Dwi Wedhaswary | Jumat, 19 Juni 2009 | 12:45 WIB
|
Share:

KOMPAS/ALIF ICHWAN
Acara debat calon presiden putaran pertama berlangsung di salah satu studio televisi swasta di Jakarta, Kamis (18/6) malam. Debat dihadiri ketiga calon presiden (kiri ke kanan), yakni Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jusuf Kalla. Ketiga capres menjelaskan kepada pemirsa dan masyarakat mengenai visi dan misi mereka.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan akan mengevaluasi pelaksanaan debat capres pertama, Kamis (18/6), setelah mendapatkan kritik tajam dari sejumlah pengamat. Direktur Strategic of Political Intelligence (SPIN), Hamid Basyaib, berpendapat, salah satu hal yang sebaiknya dievaluasi KPU adalah penayangan iklan disela debat.

"Pertama, debat harus lebih hidup dan terbuka. Kalau moderator sudah cukup bagus. Dan, yang paling penting, debat tidak dipotong iklan," kata Hamid (19/6), seusai diskusi mingguan di Gedung DPD, Jakarta.

Menurutnya, debat capres merupakan forum yang sangat penting. Karenanya, kata Hamid, seharusnya publik disuguhkan penampilan dengan alur yang lancar. "Yang penting, penonton dan rakyat pengen tahu utuh yang mereka sampaikan, jangan dipenggal-penggal. Apalagi, dipotong iklan mi instan lah, obat gosok. Janglah, keinginan mendapat iklan dinomor satukan," ujarnya.

KPU dinilai bisa membuat aturan dan syarat mengenai hal ini yang akan mengikat stasiun televisi yang menayangkannya. "Harap jadi adi catatan buat diskusi berikutnya, jangan brutal dalam menyajikan iklan," tegas Hamid.