A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 41

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 41

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 41

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 41

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 41

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: libraries/Globalfunc.php

Line Number: 41

Megawati: Jangan Tabukan Pemimpin Perempuan - KOMPAS.com
KOMPAS
Rabu, 17 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Megawati: Jangan Tabukan Pemimpin Perempuan
Laporan wartawan Persda Network Rachmat Hidayat
Minggu, 14 Juni 2009 | 13:00 WIB
Kompas/Hendra A Setyawan
Calon presiden Megawati Soekarnoputri menghadiri acara silaturahmi doa bersama capres dan cawapres Megawati-Prabowo dengan ulama dan santri se-Jawa Timur di Stadion Kahuripan, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (14/6). Dalam orasi politiknya, Megawati berjanji akan menghapus sistem kerja kontrak jika dia terpilih menjadi presiden pada pemilihan presiden mendatang.
TERKAIT:

MALANG, KOMPAS.com — Dukungan terhadap Megawati dari kalangan ulama se-Malang Raya bukan hanya doa, tetapi juga dukungan moril bahwa seorang perempuan juga boleh menjadi presiden. Hal tersebut dikatakan KH Muhammad Ridwan, salah satu ulama yang hadir dalam kampanye akbar Silaturahmi dan Doa Bersama Ulama dan Santri se-Jawa Timur, di Stadion Kahuripan, Turen, Kabupaten Malang, Minggu (14/6).

"Atas nama ulama, khususnya se-Malang Raya, untuk menjadi presiden, tidaklah harus seorang laki-laki. Kalau Allah meridai, seorang putri juga bisa menjadi pemimpin. Semoga, pemilu presiden nanti dapat terpilih pemimpin yang bisa mengayomi seluru rakyat Indonesia," ujar KH Muhammad Ridwan.

Dalam sambutannya, Megawati yang tampil dengan berkerudung warna putih memang meminta restu atas niatnya menjadi calon presiden. Ia menyambut baik komentar ulama yang mendukung pencalonan perempuan sebagai presiden.

"Seperti yang dikatakan oleh KH Ridwan, saya adalah satu-satunya calon presiden. Seorang perempuan juga bisa menjadi presiden. Tidak benar perempuan tabu menjadi presiden," ujar Mega dalam orasi politiknya itu.

Ia mengatakan, kunjungan ke Jawa Timur mengingatkan dirinya kepada seorang perempuan dari Nahdlatul Ulama (NU) yang ingin menjadi gubernur, Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan, Khofifah harus berjuang untuk melawan kecurangan meski akhirnya tetap gagal menjadi Gubernur Jawa Timur.

"Saya ingin ingatkan kepada ibu-ibu betapa sulitnya menjadi pemimpin di Jawa Timur ini," kata Megawati. Ia menekankan para ibu-ibu dan kaum perempuan mendukungnya.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.