Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:35 WIB
Senam Tertawa Sarana Hilangkan Stres
Frans Agung Setiawan | Minggu, 14 Juni 2009 | 09:07 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Sekitar 200 guru se-Jabodetabek bersemangat melatih gerakan senam otak (brain gym) untuk memaksimalkan kerja otak kanan dan otak kiri pada pelatihan Super Great Memory di Depdiknas, Jakarta, Selasa (23/12). Lewat pelatihan ini, guru diharapkan dapat mengembangkan teknik mengajar agar lebih kreatif dan interaktif.

JAKARTA, KOMPAS.com — Penelitian yang dilakukan Asosiasi Psikiatri Indonesia mengatakan, 94 persen populasi Indonesia mengalami depresi atau gangguan lain sejenis. Ini menjadi salah satu alasan Gerakan Integrasi Nasional (NIM) menyelenggarakan senam tertawa.

"Tertawa bisa menciptakan hormon melatonin, yang menenangkan kita sehingga kita bisa atasi stres dan depresi," kata Presiden NIM Maya Safira Muchtar yang ditemui di tengah acara Pesta Rakyat Senam Tertawa di Halaman Monas Jakarta, Minggu (14/6).

Lebih lanjut Maya mengatakan, berdasar penelitian satu menit tertawa sama dengan 20 menit olah raga ringan. Oleh karenanya, dengan tertawa kita bisa meningkatkan kadar oksigen dalam darah, mengonsentrasikan 8 titik saraf, melemaskan otot-otot, menurunkan tekanan darah, meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan aliran darah, memijat paru-paru dan jantung, meringankan konstipasi, melancarkan aliran darah, menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri, serta mengurangi risiko penyakit jantung.

Selain itu, karena di acara ini juga ada nyanyi-nyanyian, Maya mengatakan bahwa suara yang diciptakan dari nyanyian memberi getaran pada otak. Otak seperti dipijat. "Hal itulah yang merangsang otak untuk memproduksi hormon melatonin. Sekali lagi, hormon itulah yang menghindarkan kita dari stres dan depresi," tandas Maya.

Teknik senam tertawa ini juga menjadi wahana saling mengenal satu sama lain. "Tujuan lainnya untuk mempererat satu sama lain. Lebih relaks. Lebih memahami. Karena dari 3.000 yang hadir tidak saling kenal," pungkasnya.