KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Sebelum Pemerintahan SBY, Ekonomi Bangsa Babak Belur
Sabtu, 13 Juni 2009 | 14:05 WIB
SHUTTERSTOCK

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim kampanye nasional pasangan SBY-Boediono, Ramadhan Pohan mengatakan kendati banyak asumsi makroekonomi yang meleset dari target, namun masa pemerintahan SBY-JK mampu menyelesaikan masa pemerintahannya secara komplet dalam 5 tahun. Hal ini merupakan pertama kalinya sejak era reformasi.

 

"Meski ada yang tidak tercapai, namun ini pertama kalinya Indonesia menyelesaikan pemerintahnnya secara komplet," kata Ramadhan, di sela diskusi mingguan bertajuk Kontrak Politik Capres-Cawapres, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu ( 13/6 ).

 

Ramadhan menjelaskan tidak tercapainya sejumlah target tersebut karena masa pemerintahan SBY menemui sejumlah kendala. Baru 2 bulan pemerintahan SBY-JK berjalan, Indonesia dilanda bencana alam seperti tsunami dan gempa. Ditambah lagi adanya krisis keuangan global, krisis pangan, dan krisis energi. "Namun, SBY bisa melampaui dengan selamat. Sebelum SBY," ujarnya.

 

Ia lantas membandingkan pemerintahan SBY dengan Megawati. Menurutnya, pemerintahan SBY lebih baik dalam pencapaian ekonomi. Sederet keberhasilan berhasil diraih SBY, seperti memperbaiki ekonomi liberal yang sebelumnya dilakukan pemerintahan Megawati dengan menjual aset negara asing, melunasi utang IMF. "Sebelum SBY, ekonomi kita babak belur. Sekarang kita perbaiki,"tuturnya. Selain itu, SBY juga berusaha mempertahankan keutuhan wilayah Indonesia dari klaim bangsa lain.

"Tidak sejengkalpun tanah ini lari ke asing. Dulu, Sipadan dan Ligitan pun hilang. Dimasa SBY tidak ada dan itu bertahan hingga sekarang," kata Ramadhan.

 

Penulis: ANI   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.