JAKARTA, KOMPAS.com — Tim kampanye nasional SBY-Boediono, Ramdhan Pohan, mengatakan, pasangan calon yang diusung 23 partai ini tidak akan berjanji muluk-muluk kepada masyarakat dalam pilpres.
Hal ini disampaikan menanggapi ramainya kontrak politik yang dibuat kandidat pada masa kampanye ini. "SBY tidak mau menjanjikan setinggi langit. Tidak memerlukan janji-janji, biar masyarakat yang menilai," kata Ramadhan di sela-sela diskusi mingguan bertajuk "Kontrak Politik Capres-Cawapres" di Warung Daung, Jakarta, Sabtu (13/6).
Ia mengatakan, dalam pemerintah selama lima tahun, SBY telah memberikan bukti. Banyak keberhasilan yang telah diraih, seperti memberikan anggaran pendidikan hingga 20 persen, reformasi agraris, pemberantasan korupsi, kesehatan, dan program pro rakyat, seperti pemberian bantuan langsung tunai (BLT), dan kredit usaha rakyat (KUR).
"Pak SBY sangat realistis. Apa pun yang dikatakan memang lidah tidak bertulang. Dulu waktu mau menjabat tidak perlu dijanjikan. Pendidikan, kesehatan, ada juga yang sebagai kail, diajari caranya perut terisi, seperti KUR, PNPM," tuturnya.
Lebih jauh ia mengakui, keberhasilan pemerintahan SBY-JK tidak lepas dari peran berbagai pihak, termasuk partai oposisi. "Keberhasilannya karena kita bersama. Baik oposisi semuanya memberikan kontribusi. Baik kebaikan, maupun keburukan," ujarnya.

