MAGELANG, KOMPAS.com — Rencana untuk menerima taruna putri atau taruni di Akademi TNI masih sulit dilaksanakan. Untuk merealisasikannya, banyak faktor yang harus dipertimbangkan, termasuk juga menyangkut nilai-nilai budaya timur yang dianut oleh masyarakat Indonesia.
"Dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya timur ini akan ada banyak hal yang harus kita pertimbangkan dan kita siapkan, jika nantinya taruni masuk ke Akademi TNI," kata Komandan Jenderal Akademi TNI Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono, saat ditemui dalam acara pembukaan Pekan Integrasi dan Kejuangan Taruna Akademi TNI dan Akpol di Akademi Militer Magelang, Senin (8/6).
Berdasar pada nilai-nilai tersebut, sarana prasarana untuk taruni harus mendapatkan perhatian khusus. Untuk kamar tidur, misalnya, harus benar-benar terpisah dengan dengan taruna. Untuk jemuran pakaian pun harus terpisah sehingga tidak memancing perhatian dari para taruna.
Perhatian dan perlakuan khusus yang sama juga berlaku pada latihan dan berbagai kegiatan lain terkait dengan kegiatan pembelajaran.
Untuk olahraga, misalnya, kehadiran taruni tidak akan terlalu memancing perhatian jika masih dalam keadaan berpakaian lengkap. "Namun, kita pun tentunya bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka harus mengenakan baju renang dan berlatih renang dengan ratusan taruna yang lain," ujarnya.
Dengan banyak pertimbangan tersebut, Nono menerangkan, maka penerimaan taruni dalam Akademi TNI tidak bisa serta-merta dilakukan, membutuhkan persiapan fasilitas, sarana prasarana, serta pemikiran panjang. Sebab, pendidikan di Akademi TNI sendiri berlangsung cukup lama, selama empat tahun.
Tahun ini, alokasi penerimaan taruna di Akademi Militer mencapai 300 orang, di Akademi Angkatan Udara (AAU) 125 orang, dan di Akademi Angkatan Laut (AAL) 100 orang. Alokasi ini tidak berubah dibanding tahun sebelumnya.
Saat ini seleksi penerimaan taruna tengah berjalan di berbagai daerah. "Sampai sekarang, jumlah peserta seleksi juga belum didata karena angkanya masih terus berubah-ubah," ujarnya.
Mereka yang ingin mendaftar di Akademi Militer, AAU, dan AAL harus berijazah minimal SMA. Syarat pendaftaran untuk di Akpol yang sebelumnya berijazah minimal sarjana, saat ini juga diturunkan menjadi SMA.