KOMPAS
Sabtu, 20 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Akademi TNI Pertimbangkan Taruna Perempuan
Senin, 8 Juni 2009 | 13:11 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO
ilustrasi prajurit TNI
TERKAIT:

MAGELANG, KOMPAS.com — Akademi TNI hingga saat ini masih mempertimbangkan kemungkinan untuk menerima taruna perempuan, demikian dikatakan Komandan Jenderal Akademi TNI Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono.

"Penerimaan taruni (taruna perempuan) masih sulit, mempertimbangkan datangnya taruni di kampus seperti ini tidak mudah," katanya di Magelang, Senin (8/6), seusai memimpin Pembukaan Pekan Integrasi dan Kejuangan Taruna Akademi TNI tahun 2009 di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Ia mengatakan, berbagai sarana dan prasarana untuk pendidikan taruna perempuan harus disiapkan terlebih dahulu jika Akademi TNI akan menerima mereka untuk menjalani pendidikan sebagai calon perwira TNI.

Akademi TNI meliputi Akmil, Akademi Angkatan Udara, dan Akademi Angkatan Laut. "Bukan hanya menyangkut emansipasi saja, tetapi sarana dan prasarana untuk hadirnya wanita di sini harus berbeda, seperti tempat tidur tidak boleh sama dengan taruna laki-laki, kamar mandi, jemuran pakaian, yang lainnya boleh sama tapi tempat tidur tidak boleh sama," katanya.

Ia mengatakan, persoalan menyangkut nilai budaya Timur juga harus diperhitungkan secara saksama untuk penerimaan taruna perempuan di Akademi TNI. "Bukan sekadar fasilitas dan anggaran, kita masih sangat menghormati nilai budaya kita, tidak hanya faktor fisik tetapi juga nonfisik, harus dipersiapkan," katanya.

TNI memiliki korps bagi perempuan, seperti Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Korps itu, sebagai tempat bagi kaum perempuan untuk berpartisipasi dalam tugas kemiliteran. "Ada Kowad, wanita TNI yang dalam porsi lain diberi kesempatan," kata Nono Sampono.

Penulis: BNJ   |     |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.