JAKARTA, KOMPAS.com — Kunjungan Boediono ke Pasar Inpres Jelambar, Grogol, Jakarta Barat, disambut antusiasme pedagang pasar. Carmat (50), pedagang burung di Pasar Inpres Jelambar sempat berdialog dengan Boediono.
Ketika tengah dialog, tiba-tiba salah seorang warga sekitar memintanya untuk memborong dagangan Carmat. "Borong, Pak," celetuk salah seorang warga, Jakarta, Jumat (5/6). Hal ini disampaikan saat Boediono bertanya kepada Carmat mengenai harga makan an burung, telur rangrang.
Menanggapi celetukan tersebut, Boediono hanya tersenyum dan mengaku tidak memelihara burung. "Saya tidak punya burung," ujarnya.
Terhadap Carmat, Boediono juga bertanya seputar harga burung per ekor. Ia mengagumi beragam jenis burung yang dijajakan Carmat. "Bagus ya. Burung yang banyak ngomong berapa," tanya Boediono.
Pertanyaan tersebut lantas dijawab singkat oleh Carmat. "Sekitar Rp 2 juta, Pak," tuturnya. Mendengar jawaban Carmat, Boediono sedikit terkejut sambil manggut-manggut. "Nanti kalau saya nabung dulu," kata Boediono.
Boediono lantas kembali menggelontorkan pertanyaan. Kali ini mengenai penghasilan per hari yang bisa diperoleh. "Sehari dapat berapa," tanya Boediono.
Carmat yang mengenakan baju putih bergaris ini mengakui, hasil penjualannya turun karena dampak dari flu burung. "Penghasilan menurun sejak adanya flu burung. Paling dapatnya Rp 800.000 . Burungnya tidak tentu laku. Lakunya dari makan annya," papar Carmat.
Menanggapi hal ini, Boediono tak kuasa. "Wah kalau flu burung saya tidak bisa apa-apa. Ya mudah-mudahan cepat selesai," ujarnya.
Kunjungan Boediono memang menarik perhatian pedagang pasar dan warga sekitar. Warga berebut untuk bersalaman, ada pula sejumlah ibu-ibu yang meminta anaknya untuk digendong, dan ibu hamil yang meminta dielus perutnya. Dengan sabar dan ramah, Boediono melayani permintaan mereka.
Boediono juga meminta restu dari masyarakat. "Doakan saja ya," pintanya.
Sejumlah ibu-ibu menjawab pinta Boediono. "Ya, didoakan ya, Pak. Semoga sukses."

