JAKARTA, KOMPAS.com — Kendati sudah lama berlalu, calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku sangat sakit jika ada pihak-pihak yang mengatakan bahwa dirinya mengorbankan Aulia Pohan, besannya, untuk diseret ke Pengadilan Khusus Tipikor demi meningkatkan popularitasnya menjelang Pemilu 2009.
"Apa iya saya mengorbankan keluarga? Saya rasa ini jauh dari sifat kita semua," ujar SBY pada acara Ring Politik, Kamis (4/6) di Jakarta. SBY juga mendoakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut agar diberikan hidayah oleh Tuhan.
Selain menjanjikan pemberantasan korupsi yang lebih menyeluruh, SBY juga mengatakan akan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) jika DPR masa bakti 2004-2009 tidak berhasil merampungkan UU Pengadilan Tipikor.
Namun, SBY mengingatkan bahwa perppu hanya akan dikeluarkan dalam keadaan genting. Mantan Menko Polhukam tersebut mengaku tetap optimistis RUU Tipikor dapat rampung tahun ini sebelum batas waktu yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi, yakni 19 Desember 2009.
