Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:30 WIB
KBRI Singapura Bantah Tak Bantu Manohara
Asep Candra | Rabu, 3 Juni 2009 | 18:41 WIB
|
Share:

BATAM, KOMPAS.com — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura membantah sorotan beberapa pihak yang menganggap tidak membantu Manohara Odelia Pinot selama berada di Singapura hingga bisa kembali ke Indonesia.

"Lima staf KBRI segera datang membantu ke Hotel Royal Plaza setelah mendapat informasi dari Kepolisian Tanglin mengenai masalah yang dihadapi Manohara pada Minggu (31/5) pukul 00.00," kata Koordinator Fungsi Pensosbus KBRI Singapura Yayan GH Mulyana, dalam rilisnya, Rabu (3/6).

Karena Manohara tidak membawa dokumen perjalanan, KBRI di Singapura membantu menerbitkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) guna kelancarannya. Dalam proses pembuatan SPLP, tim KBRI mengurus segala persyaratan termasuk membuatkan pas foto, sementara yang bersangkutan hanya menunggu di kamar hotel.

KBRI di Singapura, kata Yayan, melakukan koordinasi dengan Kepolisian dan Imigrasi Singapura di Bandara Changi untuk menjamin kelancaran dan keamanan Manohara dan keluarga. Setiba di Bandara Changi pukul 05.00 pagi, KBRI Singapura langsung menguruskan tiket pesawat kepulangan Manohara dan keluarga ke Jakarta dengan menggunakan maskapai Garuda nomor pernerbangan GA 823 pukul 07.05.

Bantuan lain Dubes Wardana menugasi salah seorang pejabat KBRI untuk mendampingi Manohara dan keluarga selama dalam perjalanan pulang ke Tanah Air. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Manohara yang masih berstatus istri Tengku Muhammad Fakhry (putra Sultan Kelantan, Malaysia) kembali ke Jakarta lewat Singapura, setelah dalam beberapa bulan mengadu kepada ibunya bahwa mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Manohara (17) berdwikewarganeraan Indonesia dan Amerika Serikat. Sebelum kembali ke Jakarta, ia mendapat perlindungan KBRI di Singapura dan Kedutaan Amerika Serikat (AS) di Singapura.

Semula, Kedubes AS menginginkan Manohara dipulangkan ke AS, tetapi karena paspor Manohara hilang dan Kedutaan AS tidak bisa mengeluarkan paspor dalam waktu cepat, maka Manohara dipulangkan ke daerah asal ibunya, Indonesia.

Sumber :
Ant