JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak dua orang anggota Komisi II, Ferry Mursyidan Baldan dan Lena Mariana Mukti, melayangkan kritik atas kinerja juru bicara presiden Andi Alfian Mallarangeng. Lena menilai, komentar-komentar yang dikeluarkan Andi sebagai seorang juru bicara presiden tidak pada tempatnya.
Hal itu diutarakannya saat rapat kerja dengan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi di Gedung DPR, Senin (1/6). "Komentar jubir presiden belakangan ini sangat tidak cerdas, dan tidak baik untuk masyarakat. Mungkin perlu dipikirkan untuk diistirahatkan," ujar Lena saat mengajukan pertanyaan ke Hatta.
Menurut dia, juru bicara presiden harus benar-benar bisa memberikan keterangan atas apa yang dilakukan presiden. "Cobalah cari jubir yang betul-betul bisa menjadi spoke man, bicara apa yang dilakukan oleh presiden," katanya.
Ferry Mursyidan Baldan juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengatakan, untuk hal-hal yang menjadi lingkup kewenangan presiden dan wakil presiden sebaiknya hanya ditanggapi oleh keduanya. "Juru bicara itu harus menjaga netralitasnya. Kalau ada persoalan antara presiden dan wakil presiden, jubir tidak usah ikut nimbrung," kata Ferry.
Pertanyaan dan pernyataan dua anggota dewan ini belum dijawab Hatta. Ia masih menjawab pertanyaan lain seputar penggunaan anggaran.
