TANGERANG, KOMPAS.com - Menjelang kampanye pemiliihan Presiden dan Wakil Presiden yang dimulai Selasa (2/6) mendatang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malah meninggalkan Tanah Air untuk melakukan kunjungan kerja ke Republik Korea atau Korea Selatan.
Kunjungan kerja dilakukan Presiden selama tiga hari, termasuk perjalanan pulang pergi. Presiden yang didampingi Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono, dijadwalkan meninggalkan Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu pagi pukul 09.00 wib dan kembali Selasa (2/6) siang pukul 14.25 wib.
Dari informasi yang diterima Kompas, sebenarnya Presiden sangat sulit meninggalkan Tanah Air mengingat kesibukan politik sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat menjelang kampanye pilpres. Namun, karena Presiden ditelpon langsung oleh Perdana Menteri Lee Myung-Bak, Presiden mau tidak mau harus berangkat. Apalagi, Korsel merupakan mitra penting dan strategis bagi Indonesia.
Direncanakan, Presiden Yudhoyono akan menghadiri Asean Republic of Korea Comemmorative Summit (Asean-ROK Comemmorative Summit) dan mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan sejumlah negara Asean, yaitu pertemuan tingkat tinggi para kepala negara Asean dengan pemerintah Korsel serta dengan Viet Nam.
Acara ini diselenggarakan oleh pemerintah Korsel terkait dengan peringatan 20 tahun hubungan dialog Asean dengan Republik Korea di kawasan pariwisata terkenal dunia, Pulau Jeju (Jeju-do), Korsel. Bagi Korsel, menurut Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, dalam siaran persnya akhir pekan lalu, 10 negara Asean sangat penting dan strategis. Bagi Indonesia, tambah Dino, Republik Korsel juga penting, mengingat investasi Korsel yang cukup besar.
Dalam kujungan itu, Presiden Yudhoyono didampingi sejumlah menteri di antaranya Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh serta Sekretaris Militer Mayjen TNI Budiman dan Kepala Rumah Tangga Kepresidenan Setia Purwaka.

