Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:28 WIB
KPU Bantah Deklarasi Mundur karena SBY
Wahyu Satriani Ari Wulan | Sabtu, 30 Mei 2009 | 15:23 WIB
|
Share:

PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA
Capres SBY memegang nomer undian disaksikan Cawapres Boediono saat melakukan pengundian nomor urut masing-masing pasangan capres cawapres peserta Pemilu 2009, Sabtu (30/5) di gedung KPU. Hasilnya pasangan Mega-Praboro mendapat nomor urut 1, SBY-Boediono nomor urut 2, sedangkan JK-Wiranto memperoleh nomor urut 3.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah mundurnya pelaksanaan Deklarasi Kampanye Damai dikarenakan capres Susilo Bambang Yudhoyono tidak dapat hadir bila digelar 2 Juni 2009.

"Tidak, bukan karena itu. Bagaimana agar bisa mempersiapkan lebih matang," kata Anggota KPU I Gusti Putu Artha, di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (30/5). Seperti diketahui, KPU memutuskan untuk menggelar Deklarasi Kampanye Damai menjadi 10 Juni 2009 dari sebelumnya yang telah ditetapkan 2 Juni 2009.

Sementara SBY melakukan lawatan kenegaraan ke Korea, tanggal 31 Mei-2 Juni 2009.

Lebih jauh Putu berharap, Deklarasi Kampanye Damai dapat dihadiri oleh semua pasangan capres dan cawapres. "Akan kita komunikasikan mudah-mudahan mereka bisa. Kita berusaha. Masih kita komunikasikan. Kalau tanggal 2 Juni itu ketiganya tidak bisa," ujarnya.

Putu mengatakan, nantinya Deklarasi Kampanye Damai ini akan digelar berkelas dan berkualitas.