Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 01:42 WIB
Menpora: Jurkam Capres Jangan Asal Omong
I Made Asdhiana | Rabu, 27 Mei 2009 | 18:30 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menpora Adhyaksa Dault meminta juru kampanye atau anggota tim sukses capres-cawapres jangan asal omong atau menjelek-jelekkan calon presiden lainnya dengan cara yang tidak etis. "Sebagai Menpora, saya minta juru kampanye tidak ’ngebacot’ (asal omong), apalagi di televisi yang menjelek-jelekkan (capres lainnya). Tidak etis. Sarkasme yang ditunjukkan," kata Adyaksa kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/5).

Adhyaksa mengatakan, para tokoh pemuda gelisah terhadap juru kampanye yang menjelek-jelekkan tokoh lainnya. Ia mengaku, akhir-akhir ini sering mendapat pesan layanan singkat dan telepon dari tokoh-tokoh pemuda yang resah dengan cara tim sukses capres yang menjelek-jelekkan calon lainnya.

Menurut mantan Ketua KNPI itu, yang akan maju sebagai calon presiden pada pemilu presiden 2009 adalah presiden dan wapres yang saat ini masih menjabat dan juga mantan presiden. "Mereka adalah lambang-lambang negara sehingga harus dihormati," katanya.

Oleh karena itu, Adhyaksa meminta para juru kampanye tidak mempertajam persaingan dengan kata-kata yang kasar dan tidak sopan, misalnya saat memanggil nama capres dan cawapres. "Cara-cara seperti itu menjadi kontra produktif dan bisa merugikan capres yang didukungnya," katanya.

Padahal, lanjut Adhyaksa, para capres-cawapres itu tidak pernah saling serang dengan menggunakan kata-kata yang tidak etis. "Tidak ada kandidat saling jatuhkan," katanya.

Ia meminta cara-cara Barat yang tidak cocok di Indonesia tidak digunakan. "Kita punya kultur, jangan ikuti cara-cara Barat," katanya.

Menpora mengatakan, ada kelompok pemuda yang mengamati hal-hal tersebut sehingga mereka sangat risau dan meminta dirinya untuk mengambil sikap terhadap cara-cara yang tidak benar tersebut. "Saya banyak mendapat keluhan dari pemuda, dan diminta harus mengambil sikap. Sudah banyak yang marah. Kita tidak rela presiden kita, wapres kita, dan mantan presiden dibegitukan, ditunjuk-tunjuk. Apa sih yang pernah dibuat para jurkam itu? Jika mereka masih seperti itu (menjelek-jelekkan calon lainnya) akan berhadapan dengan pemuda," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menpora juga mengatakan bahwa sebelum pilpres 2009, pihaknya akan mengumpulkan organisasi kemasyarakatan pemuda dan tokoh pemuda. "Pada pertemuan tersebut, para calon presiden diminta untuk berbicara," katanya.

Sumber :
Antara