Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Februari 2012 | 15:20 WIB
Rizal: Kwik Sakit Kepala
Wahyu Satriani Ari Wulan | Selasa, 26 Mei 2009 | 20:00 WIB
|
Share:

KOMPAS/ALIF ICHWAN
Kwik Kian Gie

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru bicara tim sukses pasangan SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, menyindir pernyataan mantan Menteri Koordinator Perekonomian dan Perindustrian, Kwik Kian Gie, yang menyebut bahwa cawapres Boediono sebagai penganut mahzab neoliberalisme.

"Itu kan Kwik lagi bingung antara neolib atau Neozep (obat sakit kepala). Kwik lagi pusing saja, jadi berkunang-kunang harusnya kan minum Neozep, tetapi kok ngomong-nya neolib," kata Rizal, ketika ditemui di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (26/5).

Ia menegaskan, yang dilakukan SBY selama lima tahun pemerintahan sangat jauh dari neoliberalisme. Menurutnya, SBY menjalankan ekonomi yang ingin meningkatkan kesejahteraan Indonesia. "Ini kan dari tadi istilah, ini kan abstrak," tuturnya.

Rizal menyebut kesejahteraan masyarakat meningkat selama pemerintahan SBY. Indikatornya, kata Rizal, sekolah lebih banyak, listrik lebih baik, kondisi jalan lebih banyak, hukum lebih baik, dan pemberantasan korupsinya lebih baik. "Itulah yang menentukan kesejahteraan rakyat, bukan dengan istilah-istilah itu," ujarnya.