"Karawang Bekasi" dari WS Rendra untuk Mega-Pro - Kompas.com

"Karawang Bekasi" dari WS Rendra untuk Mega-Pro

Kompas.com - 24/05/2009, 12:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyair kondang WS Rendra dijadwalkan akan membacakan puisi "Karawang Bekasi" karya Chairil Anwar tahun 1948, yang bernapaskan perjuangan, pada deklarasi pasangan capres Megawati-Prabowo, yang berlangsung di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Hal itu disampaikan Koordinator Acara, Aria Bima, Minggu (24/5).

"Rendra akan membacakan puisi Karawang Bekasi, juga puisi lain," kata Aria.

Pembacaan puisi ini akan diikuti dengan penyerahan bendera Merah Putih oleh satu pasang anggota veteran kepada capres dan cawapres. Para pemulung, petani, buruh, dan nelayan yang diundang hadir pada deklarasi ini juga diberikan kesempatan untuk memberikan harapan.

Mega dan Prabowo akan menyampaikan orasi masing-masing sekitar 10 menit. Deklarasi akan dimulai pukul 15.00. Sebuah bendera raksasa berukuran 70 x 100 meter akan dijadikan salah satu elemen yang mencolok pada deklarasi ini. Sebanyak 11.000 kentongan juga disiapkan untuk dipukul oleh para petugas berpakaian hansip dan massa yang hadir. Pemukulan ribuan kentongan ini dijadikan sebagai simbol dimulainya perjuangan rakyat.

Hingga pukul 12.00, acara dimulai dengan hiburan rakyat yang diisi oleh sejumlah artis Ibu Kota, di antaranya Jaja Miharja, Didin-Miing Bagito, dan Franky Sahilatua.


Editor

Terkini Lainnya

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Nasional
Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Regional
Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional

Close Ads X