Prajurit satuan intai amfibi Korps Marinir TNI AL turut menjadi bagian pada demonstrasi tempur pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-61 TNI AL di Markas Komando Armatim di Surabaya, Selasa (5/12/2006).
TRIBUN BATAM/IMAN SURYANTO
Awak KRI Sultan Thaha Syaifuddin memadamkan kebakaran yang disebabakan meledaknya ranjau laut dalam latihan evakuasi medis udara yang dilakukan oleh Kesatuan Udara Komando Armada Barat TNI AL di Pangkalan Mentigi TNI AL, Tanjunguban, Rabu (22/10).
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Petugas mengevakuasi helikopter latih Pusdik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) jenis Hughes C300 HL 4098 terjatuh di tengah tambak di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/3). Pilot Kapten CPN Agus Suprayogi dan Letda CPN Ryan selamat dalam musibah tersebut.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Roda pesawat C-130 Hercules TNI AU, Kamis (21/5), diantara puing-puing rumah warga di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jatim yang ikut hancur akibat kecelakaan Hercules yang berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta ke Lanud Madiun, Jatim.
BANDUNG, KOMPAS.com - Calon Presiden asal Partai Golkar dan Partai Hanura Jusuf Kalla berjanji bakal membenahi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dan Polri. Pembenahan dilakukan agar tidak terjadi lagi jatuhnya korban di pihak TNI dan Polri ke depan.
"Kita tidak main-main. 2010-2011 kita sanggup memperbaiki jauh lebih baik," kata Kalla menjawab pertanyaan peserta pelantikan Tim Kemenangan JK-Wiranto di DPD tingkat I Jawa Barat, Jumat (22/5).
Menurut Kalla, pembenahan alutsista TNI dan Polri bergantung pada anggaran yang tersedia di departemen ataupun sektoral. "Ini sangat ditentukan kemampuan ekonomi. Tapi kalau kemampuan ekonomi kita rendah maka kita tidak mungkin penuhi semua itu," jelasnya.
Mantan Menko Kesra ini menjelaskan, peningkatan anggaran bisa meningkat dengan menjalankan prinsip-prinsip pemerintahan ekonomi yang baik. "Saya contohkan tadi, beli panser setengah harga, dan cepat lagi, bagus lagi. Apa sih kurangnya dari bangsa ini untuk maju," urainya.