Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:55 WIB
Dradjad: Perbankan Syariah Itu Usulan DPR, Bukan Boediono
Caroline Damanik | Jumat, 22 Mei 2009 | 14:21 WIB
|
Share:

Rosdianah Dewi
Calon Wakil Presiden Boediono, masih menempati rumah dinas milik Bapenas. Ia juga mengaku sedan camry yang biasa ia gunakan adalah sewaan.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo membantah kalau usulan perbankan syariah berasal dari inisiatif Boediono ketika menjabat sebagai menteri.

Menurut Dradjad, inisiatif datang dari anggota dewan. "Perbankan syariah itu inisiatif DPR bukan Pak Boediono," ujar Dradjad usai mengikuti sebuah diskusi bertajuk 'JK-Win untuk Indonesia Adil dan Sejahtera: Ekonomi Kemandirian vs Ekonomi Neoliberal' di Jakarta, Jumat (22/5).

Dradjad juga mengatakan anggota dewan sempat memberikan catatan hitam kepada pemerintah karena RUU Perbankan Syariah yang merupakan inisiatif DPR itu tidak kunjung diselesaikan oleh pemerintah. Oleh karena itu, ketika pemerintah merekomendasikan RUU Sukuk (obligasi syariah), Komisi XI menahannya. "Saya ajak teman-teman untuk tidak membahas sampai UU Perbankan Syariah dibahas," tandas Dradjad.

Sebelumnya, klaim bahwa Boediono berperan sebagai inisiator perbankan syariah marak terdengar di tengah 'tudingan' publik bahwa Boediono adalah penganut paham neoliberal.