JAKARTA, KOMPAS.com — Cawapres Boediono merasa pemerintah dalam menjalankan tugasnya harus bebas dari kepentingan kelompok mana pun.
"Sebagai ekonom, saya melihat Indonesia tidak hanya terdiri dari bermacam-macam etnisitas, agama dan kebudayaan, melainkan juga dari berbagai kemampuan dan kepentingan. Pemerintah harus menyadari itu dan harus adil dalam memimpin," kata dia setelah peringatan Hari Kebangkitan Nasional, di Jakarta (20/5).
Artinya, lanjut Boediono, pemerintah harus bebas dari kepentingan mana pun karena hanya dengan pemerintahan yang adil, rakyat bisa berbangga karena telah memilih pemerintah yang berwibawa dan dihargai.
"Hanya dengan demikian, kita dapat menghidupkan kembali semangat kebangsaan yang mulai redup," tandas dia.
Ia juga berharap pemerintah mendatang dapat adil, arif, dan efektif yang mendengarkan suara rakyat dan mempertahankan Pancasila dan menyambut pluralisme.

