Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:54 WIB
SBY: Soal Neoliberalisme, "They Just Don't Understand"
Hindra | Rabu, 20 Mei 2009 | 13:46 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/ KRISTIANTO PURNOMO
Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat dialog acara Kadin Temu Capres RI di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (20/5). Pada kesempatan ini, ia memaparkan visi dan misinya sebagai calon presiden.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon  presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menegaskan, Indonesia tidak menganut sistem ekonomi neoliberalisme seperti yang digemborkan banyak pihak baru-baru ini. Indonesia, kata SBY, juga tidak sepenuhnya mengacu kepada Washington Consensus.

"Pemerintah Indonesia masih percaya bahwa perlu campur tangan pemerintah masih diperlukan guna memberikan proteksi kepada yang lemah," ujar SBY pada acara diskusi calon presiden, Rabu (20/5) di Djakarta Theatre, Jakarta.

Menurut SBY, pihak-pihak yang menggulirkan isu neoliberalisme dan Washington Consensus masih belum memahami pengertian tersebut dengan benar. "They just don't understand apa sesungguhnya neoliberalisme dan Washington Consesus. Washington Consensus berarti surrender pada pasar bebas dan pemerintah tidak boleh banyak campur tangan," tegas SBY.