SURABAYA, KOMPAS.com — Pesawat Hercules milik TNI AU jatuh di Magetan sekitar pukul 06.00, Rabu (20/5), diperkirakan karena gagal mendarat.
Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Soewarno dalam perjalanan dari Surabaya menuju Magetan mengatakan, berdasarkan laporan Danrem Madiun, Dandim Magetan, dan konfirmasi Danlanud Iswahyudi, pesawat berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pukul 05.00.
Rute penerbangan rutin ini seharusnya Jakarta, Madiun, Kupang, Makassar, dan Biak. Dalam penerbangan ini, Pangkosekhanudnas Marsekal Pertama Harsono terbang bersama keluarganya.
Namun, kata Soewarno, pesawat diperkirakan gagal mendarat sebelum tiba di Bandara Iswahyudi. "Mengenai penyebab, saya belum bisa mengonfirmasi karena Danlanud masih sibuk mengevakuasi korban. Evakuasi kami prioritaskan saat ini," kata Soewarno.
Jatuhnya pesawat juga menimpa dua rumah warga sehingga dua warga meninggal dan seorang lainnya kritis. Dalam pesawat itu tercatat terdapat 88 penumpang dewasa, 10 anak-anak, dan 14 kru pesawat. Dari jumlah itu, baru 72 orang dievakuasi. Sebanyak 59 orang meninggal, termasuk Pangkosekhanudnas Marsma Harsono, dan 13 lainnya masih kritis.

