BANDUNG, KOMPAS.com — Tuntas sudah teka-teki yang selama ini beredar mengenai pencalonan Boediono sebagai calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain kepastian majunya Boediono, koalisi yang masih solid dipimpin Partai Demokrat juga menjadi alasan mengapa Kota Bandung yang dipilih sebagai lokasi deklarasi pasangan berslogan SBY Berbudi itu.
"Di awal abad kedua puluh, Bung Karno di Kota Bandung ini menyatakan Indonesia Menggugat," ujar Boediono di akhir sambutannya sebagai calon wakil presiden pendamping SBY, di Sasana Budaya Ganesha, Jumat (15/5) malam.
Waktu itu, lanjut Boediono, Indonesia menggugat penjajahan yang membuat Indonesia terbelenggu dan merasa kerdil di antara bangsa-bangsa lain di dunia. Menurutnya, di awal abad kedua puluh satu ini, Indonesia selayaknya menggugat kembali.
"Kini yang kita gugat kekuatan dari luar dan dari dalam yang membuat kita merasa terpuruk dan merasa tidak bisa bangkit memperbaiki diri padahal kita mampu, padahal kita sanggup," ujar Boediono.
Ia berjanji, bersama SBY, ia akan selalu bekerja untuk membuat Indonesia lebih sanggup untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan dan keterpurukan. Keyakinan Boediono didasari iklim demokrasi di Indonesia saat ini yang menurutnya sudah mendukung perekonomian.
"Bahkan, dalam situasi krisis ekonomi global saat ini, bersama China dan India, Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang masih mencetak pertumbuhan positif," ungkap Boediono.

