Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:50 WIB
Boediono: Tidak Sepenuhnya Pasar Bebas!
Hindra | Jumat, 15 Mei 2009 | 20:38 WIB
|
Share:

BANDUNG, KOMPAS.com — Calon wakil presiden Boediono yang akan berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjawab kerisauan banyak mengenai pandangan ekonominya yang selama ini dinilai neoliberal. Hal tersebut dikatakannya saat memberikan pidato dalam deklarasi pasangan dengan slogan SBY Berbudi di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jumat (15/5) malam.

"Perekonomian Indonesia tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada pasar bebas," ujar Boediono. Ia menyatakan selalu diperlukan intervensi pemerintah untuk mendukung perekonomian dengan aturan yang jelas dan adil.

Untuk itu, Boediono melanjutkan, diperlukan lembaga pelaksana yang efektif. Meski demikian, menurut Boediono, negara tidak boleh banyak campur tangan dalam perekonomian karena akan mematikan aktivitas bisnis. "Tetapi pemerintah juga tak boleh tidur, untuk itu perlu pemerintahan yang bersih," ungkap Boediono.

Menurutnya, pemerintah yang bersih tidak dapat dicapai hanya lewat retorika, tetapi harus dimulai dengan teladan pemimpinnya. Ia juga mengatakan bahwa  Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak dikotori oleh suap dan tidak mau memperdagangkan kekuasaan. "Tidak mencampuradukkan kepentingan republik dengan kepentingan bisnis keluarga," ungkap Boediono.