Selasa, 29 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 29 Mei 2012 | 05:10 WIB
PAN Berharap SBY Berubah Sikap
Sandro | Rabu, 13 Mei 2009 | 23:08 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Amanat Nasional (PAN) berharap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengubah pilihannya untuk tidak memilih Boediono sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam pilpres mendatang. Meski demikian, PAN belum menentukan sikapnya apakah akan mencabut dukungan jika Boediono tetap diusung.

"Kita akan bertemu dengan Sekjen, Pengurus Harian, dan anggota MPP (Majelis Pertimbangan Partai) bagaimana menyikapi huru-hara Boediono ini," kata Amien Rais, ketua MPP PAN ditemui usai rapat internal DPW dan DPC PAN DKI di Jakarta, Rabu malam. Amien mengatakan ia menentang habis-habisan Boediono karena yakin hanya akan menjadi beban pemerintah.

Ia berharap, SBY mempertimbangkan argumennya agar tidak memilih Boediono karena pro asing sehingga akan melemahkan kemandirian bangsa. Amien telah bertemu dengan SBY tadi pagi dan menjelaskan alasannya menolak pencalonan Boediono itu. Sebaliknya, SBY telah memberikan penjelasannya mengapa memilih Boediono. Ia mengaku tak sepenuhnya puas dengan argumen SBY.

"Saya tidak tahu satu dua hari ini akan ada perubahan atau tidak," kata Amien. Tapi, tambah Amien, ibarat cuaca yang mula-mula mendung bisa cerah kembali yang kelihatan cerah bisa mendung. Meski demikian ia mengaku pesimistis dengan hal tersebut.

Tentang poros alternatif jika dukungan sejumlah partai islam ke Demokrat ditarik, Amien Rais mengabaikannya. Ia bahkan menyebut poros alternatif hanya wacana beberapa jam. "Kemarin siang dideklarasikan tokoh-tokoh kita di parlemen tapi tadi pagi sudah berubah," katanya.

"Kita lihat saja tanggal lima belas saja nanti. Kalau ada jaket biru PAN hadir di Bandung berarti PAN tetap dengan Demokrat. Kalau matahari biru bersinar tidak ada berarti tidak jadi," ujar Amien.

Advertorial
»