MANADO, KOMPAS.com - Satu hari menjelang pembukaan Konfrensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC), para delegasi yang telah diundang mulai berdatangan, termasuk para wartawan nasional dan internasional.
Berdasarkan pantauan Minggu (10/5), di terminal kedatangan domestik Bandar Udara Sam Ratulangi tidak terlihat alat deteksi panas tubuh sebagai pencegahan masuknya virus flu babi.
Padahal beberapa penumpang dari Jakarta yang ikut dalam penerbangan pesawat Batavia Air rute Jakarta-Manado, sejak pagi, banyak terdapat warga asing.
Sementara itu, hingga 6 Mei 2009, jumlah wartawan yang mendaftar secara online maupun onside untuk meliput pelaksanaan konferensi kelautan pertama ini mencapai 450 orang. Karena itu pada acara pembukaan oleh Presiden nanti dibatasi hanya 100 wartawan yang diperbolehkan meliput.
Jumlah wartawan, delegasi, dan peserta konferensi lainnya yang membludak satu hari menjelang konfrensi membuat antrian panjang saat registrasi.
Tidak kurang dari Direktur Pemasaran Luar Negeri Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Saut P Hutagalung, Direktur Pesisir dan Lautan DKP, Ida Kusuma W, pemerhati pendidikan, Arif Rahman yang hadir sebagai delegasi dari UNESCO, hingga para delegasi dan wartawan asing dari berbagai negara ikut antri untuk pembuatan foto kartu identitas konfrensi.
Untuk melayani pembuatan foto pada kartu identitas tersebut panitia, yang dalam hal ini diserahkan pada tiga event organizer berbeda, hanya menyediakan satu webcam.

