KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Sejak Awal Antasari Memang Diragukan
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra
Senin, 4 Mei 2009 | 13:57 WIB
DHONI SETIAWAN
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif, Antasari Azhar bersama tim pengacaranya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (4/5). Antasari diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak nama Antasari Azhar tercantum dalam daftar nama kandidat ketua Komisi Pemberantasan Korupsi yang diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berbagai kalangan sudah meragukan kinerja dan komitmennya.

Hal ini, misalnya, tercermin ketika Antasari menangani kasus Tommy Soeharto sewaktu masih menjabat Ketua Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Hal ini disampaikan Penasihat Hukum Kemitraaan untuk Tata Pemerintahan yang Lebih Baik Dadang Trisasongko, Senin (4/5) di Gedung KPK, Jakarta. "Saat itu memang kinerjanya mengundang banyak keraguan. Padahal, di KPK, problem integritas sekecil apa pun tidak boleh ditoleransi," ujar Dadang.

Dadang juga mengkritisi proses seleksi Ketua KPK yang dilakukan oleh panitia seleksi di DPR. Menurutnya, saat itu, pansel memiliki kesulitan mengumpulkan rekam jejak para kandidat. "Selain itu, partisipasi publik tidak cukup mendapat tempat pada proses tersebut," ujar Dadang.

Ke depannya, kata Dadang, partisipasi publik dalam proses seleksi harus diakomodasi secara tepat sehingga dapat menghasilkan orang yang bersih dan berintegritas. Menurutnya, integritas merupakan taruhan utama di lembaga otonom tersebut.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.