Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 22:58 WIB
Ngabalin: Staf Wapres Lebih Cepat dan Lebih Baik
Suhartono | Kamis, 30 April 2009 | 16:29 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Ali Moechtar Ngabalin mengaku, untuk acara Musyawarah Nasional ke-11 di Jakarta, pada tanggal 22-25 Juni mendatang, pihaknya mengajukan surat dua kali untuk meminta kesediaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka acara.

Adapun Wakil Presiden Muhammad Jusuf direncanakan untuk menutup acara Munas yang dipercepat enam bulan dari waktu yang direncanakan sebelumnya. Namun, karena dua kali surat BKPRMI kepada Presiden Yudhoyono melalui Menteri Sekretariat Negara tidak mendapat tanggapan sama sekali. Oleh sebab itu, posisi SBY yang akan membuka Munas diganti oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.

"Padahal, saya juga sudah bicara dengan Staf Khusus Presiden Heru Lelono yang juga teman saya. Mestinya, (mereka) harus memberi tanggapan apalagi sebagai teman dan sebagai organisasi," aku Ali Moechtar Ngabalin, saat memberikan keterangan pers, seusai diterima Wapres Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (30/4) sore.

Menurut Ngabalin, surat untuk membuka dan menutup munas BKPRMI sebenarnya dikirim bersamaan kepada Presiden dan Wapres. "Namun, hanya staf Wapres yang menanggapi dengan cara 'lebih cepat dan lebih baik'," tambah Ngabalin sambil senyum.

Semboyan 'lebih cepat dan lebih baik' merupakan semboyan Kalla dalam kampanye untuk memenangkan partainya. Lebih jauh, Ngabalin menyatakan, dalam Munas ke-11, BKPRMI juga akan mengundang para calon presiden dan wapres untuk menyampaikan misi dan visinya agar keluarga BKPRMI bisa mengetahui misi dan visi pasangan capres dan cawapres untuk pegangan menentukan pilihan dalam pemilu presiden dan wapres.

"Dengan kehadiran saya di sini, berarti bisa saja yang baru akan hadir adalah capres Partai Golkar Pak Kalla. Kita juga akan undang capres PDI Perjuangan dan capres Partai Golkar serta Partai Gerindra," lanjut Ngabalin.