JAKARTA, KOMPAS.com — Menyusul tertangkapnya sejumlah orang yang diduga menjadi dalang pembunuhan atas Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen—di mana salah satunya adalah Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka (PIM), induk harian Merdeka, Sigid Haryo Wibisono—harian Merdeka mengirimkan dua orang pengacara ke Polda Metro Jaya.
Pengiriman kedua pengacara tersebut, menurut Pemimpin Redaksi Harian Merdeka Mulyana W Kusumah, adalah untuk meyakini bahwa Sigid yang ditangkap adalah benar Sigid dari harian Merdeka.
"Kami telah mengirimkan pengacara ke Polda Metro Jaya. Mereka ada di sana sejak pukul 10.00, sampai sekarang masih ada di sana. Mereka telah membuktikan, Pak Sigid ada di sana," ujar Mulyana, saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Kamis (30/4).
Menurut dia, harian Merdeka mulai merasa ada keterkaitan Sigid saat petinggi itu tidak dapat dihubungi sejak Rabu (29/4) kemarin. Apalagi, lanjutnya, saat itu santer terdengar ada pengusaha media yang ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Saat ini, polisi membawa sembilan tersangka ke tempat yang aman untuk menghindari gangguan. Sebab, saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan intensif.
Nasruddin dibunuh seusai bermain golf di Kawasan Lapangan Golf Modern. Dia dibunuh saat duduk di kursi kiri belakang mobil BMW abu-abu dekat Danau Modernland, Cikokol Tangerang Kota, Sabtu (14/3) pukul 14.00. Korban ditembak dua kali mengenai jendela mobil lalu mengenai pelipis kiri korban. Pelaku diduga pria berjaket cokelat dengan sepada motor Yamaha Scorpio.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Mayapada yang masih berada di sekitar kawasan Modernland. Dari sana korban dibawa ke RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Minggu (15/3) sekitar pukul 12.05. Nasruddin tewas dengan dua peluru masih bersarang di kepala. Nasruddin dimakamkan di Makassar, Senin (16/3).

