JAKARTA, KOMPAS.com — Perjuangan RA Kartini saat ini telah menjadi kenyataan, tembok-tembok feodalisme telah roboh. Wanita-wanita Indonesia yang dulu terpasung oleh adat istiadat, saat ini menjelma sebagai wanita yang kreatif dan mempunyai kesempatan lebar untuk melangkah sejajar dengan kaum pria.
Selain itu, saat ini juga telah banyak wanita Indonesia yang memberi inspirasi bagi kaumnya. Melihat hal tersebut dan dalam rangka memperingati hari lahir RA Kartini, malam ini Selasa (21/4), majalah Kartini, memberikan penghargaan kepada sembilan wanita yang memberikan inspirasi.
Pada kesempatan tersebut, hadir juga Ibu Negara Ani Yudhono. Dalam sambutannya, Ibu Ani menerangkan, mayoritas Indonesia perempuan tetapi wewenang dan partisipasinya kecil. "Dengan adanya acara ini harus membuat bergerak, karena perempuan lebih tekun," terangnya
Menurut Ani Yudhoyono, perempuan adalah sosok yang penuh dengan cita-cita dan harapan baru. Perempuan juga harus mempunyai karier dan jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Para penerima penghargaan dipilih oleh para dewan juri yang terdiri dari Imam B Prasojo, Linda Agum Gumelar, Mien F Uno, dan Seto Muliadi. "Selain itu, malam ini ada juga sebuah penghargaan khusus yang diberikan kepada tokoh Kartini saat ini," tambahnya.
Selain pemberian penghargaan pada wanita-wanita terinspiratif, pada kesempatan yang sama juga diumumkan pemenang Lomba Rancang Kebaya Kartini yang berhadiahkan Trofi Ibu negara.
Berikut adalah nama-nama penerima Kartini Award:
Kategori Politik: Maria Goreti, SSos, MSi. Dia adalah seorang anggota DPD RI mewakili Kalimantan Barat. Ia dan rekan-rekannya memperjuangkan izin mendirikan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pengetahuan (STKIP) di Kabupaten Simpang.
Kategori Ilmu Pengetahuan: Dr Deby Susanti Vinski. Dia dikenal sebagai ahli anti-aging yang telah diakui berbagai pihak sampai ke tingkat internasioanal.
Kategori Lingkungan: Mia Siscawati. Kepeduliannya terhadap lingkungan dibuktikan dengan aktif sebagai Volunteer di Walhi. Pada tahun 1992, ia membentuk Rimbawan Muda Indonesia (RMI), sebagai bentuk kekhawatirannya pada kondisi hutan yang semakin rusak.
Kategori Profesi: Bidan Hj Suryani Soepardan. Pengabdiannya sebagai bidan dirasakan sebagai bagian dari hidupnya. Di tengah-tengah kesibukkannya ia masih sempat melanjutkan program S3 di Universitas Gajah Mada Jurusan Filsafat.
Kategori Usaha: Tria Gunawan. Ia berhasil bangkit dari keterpurukannya setelah di PHK. Saat ini ia mengembankan kain songket dan jumputan khas Palembang. Tria membawahi lima koordinator dengan puluhan pengrajin.
Kategori Sosial: Kiswanti. Selain menjual jamu, Kiswanti juga membawa buku-buku bacaan bagi anak-anak yang berminat untuk membaca, tetapi tidak mempunyai sarana. Saat ini Kiswanti memiliki 7.000 eksemplar buku dengan 4.700 judul.
Penghargaan Khusus diberikan kepada Widyawati. Bintang sepanjang zaman ini bukan hanya eksis sebagai artis sukses, tetapi juga dikenal sebagai istri yang setia mendampingi suaminya, Sophan Sopian, selama 32 tahun.
Sedangkan Pemenang Lomba Rancang Kebaya Kartini diraih oleh Fabio Ricardo, dengan tema rancangan Indonesia Flag.

