Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:38 WIB
Perempuan Penyintas Kekerasan Pendobrak Tirani Kekuasaan
Rosdianah Dewi | Selasa, 21 April 2009 | 12:07 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap tanggal 21 April selalu diperingati sebagai hari kelahiran R.A Kartini, salah seorang pahlawan Indonesia yang memperjuangkan kemajuan kaumnya. Untuk peringatan Kartini tahun ini, Komnas Perempuan memberikan apresiasi khusus terhadap perempuan survivor (penyintas) kekerasan dan pelanggaran HAM.

"Kami dari Komnas Perempuan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada ibu-ibu korban penghilangan paksa, perempuan korban dalam berbagai kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang hingga kini belum ada pertanggung jawabannya dari pelaku atau negara," terang Azriana ketua sub komisi pemulihan Komnas Perempuan, di kantor Komnas Perempuan, Jakarta Rabu (21/4).

Perempuan-perempuan itu, lanjutnya, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan untuk membebaskan diri dan kaumnya dari segala bentuk dan kesewenang-wenangan, baik akibat tindakan pelanggaran HAM oleh rejim pemerintahan yang berkuasa atau pun tatanan budaya patriaki yang berakar di masyarakat.

Selain itu, sebutnya, para ibu dan perempuan yang terus berjuang untuk mendobrak tirani kekuasaan untuk mewujudkan demokrasi dan HAM telah berhasil merebut ruang publik dan menciptakan imaji sosok perempuan pejuang yang mutakhir. "Perjuangan perempuan Indonesia untuk keadilan, demokrasi dan HAM berlangsung secara terus-menerus dan berkesinambungan sejak masa hidup Kartini hingga sekarang, dan penekanan-penekanan yang beragam sesuai tantangan khas pada jamannya masing-masing," kata dia.

Pada kesempatan terakhir, dia menghimbau kepada masyarakat dan pemerintah diseluruh Indonesia, agar mulai tahun ini, Hari Kartini diperingati dengan kegiatan-kegiatan yang dirancang untuk mendalami perjuangan perempuan dan untuk memberi penghargaan terhadap kaum perempuan terhadap perempuan di komunitas masing-masing.