Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:37 WIB
5 Kriteria Cawapres SBY Tak Halangi JK
Suhartono | Senin, 20 April 2009 | 19:37 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Lima kriteria yang dikeluarkan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat bersifat umum dan tidak ditujukan untuk menghalangi Kalla.

"Kriteria itu sangat umum sekali. Tergantung siapa yang dimaksud dengan kriteria tersebut. Kalau kita membacanya seolah-olah untuk Pak Kalla, seolah itu untuk dia. Padahal, kriteria itu umum sekali. Namun, kita siapkan plan A dan plan B jika dinilai ada yang tidak cocok," jelas Ketua Harian Badan Pemenangan Pemilu Pusat (Bappilu) Partai Golkar Firman Soebagyo, saat dihubungi Kompas, Senin (20/4) sore di Jakarta.

Menurut Firman, kriteria yang dikeluarkan Yudhoyono berangkat dari pengalamannya selama 4,5 tahun yang lalu. "Jelas, SBY tidak mau kecolongan dan menginginkan pemerintahan yang dibentuknya akan tetap solid. Sebab, selama ini koalisi yang dibangunnya tidak terlalu solid. Ada partai yang menghajar terus-menerus di DPR atas kebijakan pemerintah. Jelas, itu pengalaman yang harus dihindari oleh Partai Demokrat," papar Firman.

Ditambahkan Firman, Yudhoyono sekarang ini sangat berhati-hati untuk menentukan koalisi dan siapa cawapresnya mengingat pengalamannya yang lalu. Jadi, ini antisipasi secara politik yang dibuat Yudhoyono.       

Lima kriteria yang disampaikan Yudhoyono sebelumnya adalah memiliki integritas, kepribadian, karakter moral, termasuk moral politik yang baik; memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai pembantu presiden sesuai dengan UUD 1945; memiliki loyalitas yang penuh kepada pemerintah dan bebas dari konflik kepentingan; memiliki akseptabilitas dalam arti diterima dan lekat di hati rakyat serta dapat meningkatkan kekokohan dan efektivitas koalisi yang akan dibangun.