Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:36 WIB
Kriteria Cawapres SBY Pukulan bagi Jusuf Kalla
Johnson Simanjuntak | Senin, 20 April 2009 | 18:49 WIB
|
Share:

KOMPAS/ALIF ICHWAN
Jusuf Kalla

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai kriteria calon wakil presiden yang akan mendampinginya pada Pemilu 2009 ibarat pukulan bagi Partai Golkar. Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Marzuki Darusman mengatakan, kriteria tersebut telah menciptakan kegoncangan fundamental di Partai Golkar.

"Dengan kriteria itu memberikan kesan seolah-olah Jusuf Kalla tidak otomatis dianggap sebagai calon yang dianggap pas menjadi cawapres. Ini sangat menggoncangkan Golkar," ujar Marzuki Darusman, ketika dihubungi wartawan Senin (20/4).

Marzuki mengatakan, meskipun kriteria itu tidak cocok dengan JK, bukan berarti kriteria itu tidak ada yang memilikinya di tubuh Golkar. Inilah yang membuat proses pengajuan nama cawapres oleh Golkar menjadi berlarut-larut. Di satu sisi masih ada yang menginginkan JK, tetapi di sisi lain ada juga kekhawatiran jika memaksakan JK maka bisa saja SBY menolaknya.

"Walaupun terkesan kriteria itu tidak cocok dengan Pak JK, tapi bukan berarti SBY tidak bisa bersatu kembali dengan JK. JK kan bisa saja berjanji atau pun melakukan komitmen baru dengan SBY bahwa dirinya akan memenuhi kriteria tersebut jika SBY menerima kembali sebagai cawapres. SBY pun kemungkinan masih bisa menerima kembali, kalau syarat itu dipenuhi oleh JK," kata Marzuki.

Bagi Marzuki, posisi Golkar yang seperti ini sangat rentan dan bisa membawa Golkar berada di luar kekuasaan nantinya. Khususnya jika Golkar tetap memaksakan cawapres yang akan diajukannya meskipun bertentangan dengan kriteria yang telah disebutkan SBY.

"Bisa saja kalau Golkar tetap ngotot mengajukan satu calon yang tidak masuk kriteria itu, lalu ditolak oleh SBY. Penolakan ini kemungkinan akan membuat Golkar nantinya bisa berada di luar kekuasaan dan ini sangat tidak baik buat Golkar," ujarnya.

Marzuki berpendapat paling baik yang bisa dilakukan adalah mengajukan lebih dari satu cawapres bagi SBY. Dengan hanya mengajukan satu calon yang kemungkinan besar juga ditolak oleh SBY maka ini menutup peluang bagi kader Golkar lainnya untuk menjadi wakil presiden.