Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 01:03 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis
Benny N. Joewono | Sabtu, 18 April 2009 | 08:11 WIB
|
Share:

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah dunia naik tipis pada Jumat (17/4) waktu setempat, karena perolehan laba korporasi AS mengurangi kekhawatiran tentang menyusutnya permintaan energi di tengah pelemahan ekonomi global, demikian diungkapkan para dealer.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Mei, meningkat 35 sen menjadi ditutup pada 50,33 dolar AS per barel.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni, naik 29 sen dari penutupan Kamis menjadi 53,35 dolar AS per barel.

Pasar mengalami kenaikan tipis, setelah perusahaan AS Citigroup, General Electric dan Google melaporkan laba mereka yang melampaui ekspektasi pasar.

Para pialang minyak belakangan ini telah bergerak bersamaan (tandem) dengan pasar saham, dipandang oleh para investors sebagai sebuah "bellwether" (penggerak arah ekonomi) pada prospek pemulihan resesi dan pada gilirannya berdampak pada permintaan minyak mendatang.

Para pedagang menyambut kenaikan kuat tak terduga, indeks kepercayaan konsumen bulanan dari University of
Michigan, yang meningkat untuk kali kedua berturut-turut.

Ellis Eckland, analis independen, mencatat harga minyak cenderung meningkat dari yang menurun awal pekan ini. Tetapi, pasar masih di bawah tekanan dari tingginya persediaan minyak di Amerika Serikat.

Dalam konteks, kontrak New York diperdagangkan hampir tiga dolar di bawah Brent, adalah tipikal paling murah. "Secara fundamental, kami memiliki masalah permintaan di dunia, termasuk Amerika Serikat. Ketergantungan atas pasokan ini menjadi kami perlu waktu lama," kata analis dari BMO Capital Markets, Bart Melek.

Pasar sempat terpukul pekan ini, setelah stok minyak mentah AS diberitakan mencapai posisi tertinggi dalam 18 tahun, memberikan kesan permintaan di negara konsumen energi terbesar di dunia itu, masih terus melemah.

"Permintaan buruk dan persediaan pada level tertinggi," kata analis Peter Beutel dari perusahaan konsultan energi berbasis di AS, Cameron Hanover.

Departemen Energi AS (DoE) pada Rabu mengatakan, stok minyak mentahnya melonjak 5,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 10 April menjadi mencapai 366,7 juta barel, yang merupakan level tertinggi sejak September 1990.

Persediaan minyak mentah sekarang, 16,5 persen lebih tinggi dari periode sama tahun lalu.

Sumber :
Antara