Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:36 WIB
Diduga Mengandung Toksin, Produk Kulit Cokelat Diperiksa
Abdi Susanto | Kamis, 16 April 2009 | 22:16 WIB
|
Share:

KOMPAS/ORIN BASUKI

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang melakukan pemeriksaan terhadap produk olahan kulit cokelat yang dijual di pasaran sebagai bubuk coklat karena dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi.
    
"Kami sudah menerima laporan dari asosiasi. Sekarang sedang diaudit untuk memastikan, hasilnya belum ada," kata Deputi III Bidang Pengawasan Keamanan Produk Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Hayati Amal di Jakarta, Kamis.
    
Hayati mengemukakan hal itu terkait pemberitahuan Asosiasi Industri Kakao Indonesia mengenai peredaran produk bubuk kulit cokelat yang dijual sebagai produk olahan coklat.
    
Lebih lanjut dia menjelaskan, produk olahan kulit cokelat dikhawatirkan mengandung toksin yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi.  
    
"Karena kulit coklat biasanya berjamur dan jamur di kulit cokelat menghasilkan toksin," katanya.
    
Ia menambahkan, sebenarnya produk olahan kulit cokelat dan produk  olahan buah cokelat bisa dibedakan dari tekstur bubuk dan kandungan nutrisi di dalamnya.
      
Bubuk kulit cokelat umumnya lebih kasar dibandingkan bubuk buah coklat dan kandungan serat kasarnya lebih banyak.
    
"Tapi kalau sudah dilakukan intervensi tertentu mungkin jadi sulit dibedakan, makan ya kita periksa," demikian Hayati Amal.