BENGKALIS, KOMPAS.com - Banjir yang melanda Desa Parit I, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, dalam sepekan terakhir mulai menimbulkan wabah penyakit gatal-gatal dan demam pada warga di daerah itu.
"Banyak anak-anak yang menderita demam dan gatal-gatal kulitnya sejak banjir melanda daerah kami," ujar Mahmud (30) salah seorang warga Desa Parit I, Bukit Batu saat ditemui di rumahnya.
Ia mengatakan, perkampungan mereka dilalui jalan lintas pesisir Riau yang menghubungkan Sungai Pakning-Kota Dumai yang berada tidak jauh dari laut dan sungai Bukit Batu. Itu sebabnya tempat tinggal masyarakat ini acap menderita banjir "pasang keling" (naiknya air laut).
"Tapi banjir kali ini berbeda. Tidak hanya pasang keling tapi juga hujan lebat yang menyebabkan air merendam jalan lintas dan masuk ke rumah," katanya.
Menurut dia lamanya air tergenang ditambah cuaca buruk tiap hari hujan lebat, menyebabkan beberapa warga di tempat tinggalnya menderita demam dan penyakit kulit, bahkan anak keduanya yang baru berumur tiga tahun juga menjadi korban banjir karena demam.
"Anak dan istri saya, baru siang tadi saya ungsikan ke rumah mertua di Sungai Pakning biar aman. Anak saya itu kemarin menderita demam," ujar Mahmud.
Sementara itu, warga lainnya Jamilah (31) mengakui ia belum pergi mengungsi walau air telah masuk ke dalam rumahnya karena kuatir dengan peralatan rumah tangganya apabila ditinggal mengungsi.
Rumahnya berada di tepi jalan lintas Sungai Pakning-Dumai. Waklau ketinggian air telah selutut orang dewasa masuk ke rumahnya, namun Jamilah bersama suami dan seorang anaknya masih tetap bertahan dirumahnya dengan memasang "panking" (pelantar di dalam rumah). Di atas panking itulah peralatan rumah tangganya dipindahkan, bahkan ia juga tidur di atas panking.
"Cobalah tengok jalan di depan itu, dah sepekan ini terendam banjir hingga dalamnya satu meter dan belum ada tindakan dari pemerintah daerah untuk mengurangi banjir," ucap Jamilah yang juga guru di salah satu sekolah dasar di Bukit Batu.
Ia mengaku, heran dengan sikap pemerintah Bengkalis yang dinilainya lamban mengatasi kesulitan masyarakat apalagi jalan lintas pesisir Riau itu merupakan satu-satunya jalan darat yang menghubungkan Kabupaten Bengkalis dengan Dumai.
Padahal, lanjut dia, tidak hanya musim hujan lebat seperti sekarang, saat pasang keling jalan lintas yang berada di desanya itu juga kerab terendam banjir.
"Namun, hingga sekarang tidak ada perhatian dari pemerintah daerah Bengkalis untuk membenahi jalan, padahal banyak pejabat Bengkalis yang hilir mudik melalui jalan ini tetapi kenapa mereka tidak mau peduli?" tanyanya.
Ia juga mengeluh lambannya bantuan terutama untuk bantuan kesehatan bagi warga yang bermukim di daerah itu mengingat telah beberapa hari ini mereka terpaksa beraktivitas di tengah banjir dan telah pula banyak warga yang menderita demam dan gatal-gatal.
Berdasar pantauan, tidak hanya rumah warga yang tergenang banjir juga kebun karet dan sawit masyarakat ikut terendam.

