Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:35 WIB
Akbar Prihatin Prestasi Golkar Merosot
Caroline Damanik | Rabu, 15 April 2009 | 14:32 WIB
|
Share:

Dhoni Setiawan
Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung memberikan keterangan kepada wartawan Kompas.com saat wawacara khusus di kediamannya Jalan Purnawarman Nomor 18, Jakarta Selatan, Selasa (14/4). Dalam wawancaranya ia menjelaskan berbagai hal mengenai merosotnya perolehan suara dalam Pemilu Legislatif 2009.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua Umum Akbar Tanjung mengaku prihatin dengan prestasi Partai Golkar yang merosot tajam dalam perolehan suara di Pemilihan Legislatif 2009. Menurut Akbar, berbagai faktor sambung-menyambung menyebabkan basis suara Golkar tidak sekuat sebelumnya.

"Saya sebagai mantan Ketua Golkar turut prihatin, sedih karena apa yang kami perjuangkan sebelumnya di bawah tekanan, hujatan, dan teror tidak bisa dipertahankan," tutur Akbar kepada Kompas.com ketika berbincang di kediamannya di Jl Purnawarman, Jakarta Selatan, Selasa (14/4).

Dari sisi organisasi, Akbar mengatakan, Golkar tidak solid. Komunikasi organisasi dari pusat ke daerah tidak terkonsolidasi dengan baik sehingga respons balik dari kader di tingkat I dan II juga tidak berjalan efektif. "Oleh karena itu, mesin organisasi tidak bisa berjalan secara efektif dalam menghadapi masyarakat," kata Akbar.

Sementara itu, Golkar juga gagal membangun citra yang baik di tengah-tengah masyarakat terkait keberhasilan pemerintahan SBY-JK dalam sejumlah bidang, padahal Golkar merupakan bagian dari keberhasilan tersebut. Sikap ini tidak hanya berada pada tataran partai. JK sendiri dinilai kurang responsif dalam merespons isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat. Akibatnya, respons publik terhadap Golkar menurun. "Golkar kemudian dirasa makin jauh dari publik. Golkar tidak bisa menunjukkan diri sebagai lembaga yang menjadi saluran aspirasi rakyat," tutur Akbar.