DHAKA, KOMPAS.com — Sebanyak 57.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berkaitan dengan tembakau di Banglades, demikian dilaporkan Menteri Kesejahteraan Keluarga dan Kesehatan di negeri itu, AFM Ruhul Haque.
Menteri tersebut mengungkapkan jumlah itu sewaktu meresmikan lokakarya regional selama empat hari mengenai pengetatan pemantauan atas tembakau. Kegiatan tersebut diselenggarakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di ibu kota Banglades, Dhaka.
Dalam kesempatan itu, Haque mengatakan, sebanyak 382.000 orang di Banglades menjadi cacat secara fisik atau mental akibat menggunakan tembakau. Kerugian ekonomi yang diderita negeri tersebut akibat penggunaan tembakau berjumlah 442 juta dollar AS per tahun.
"Banglades memperlihatkan komitmen kuatnya bagi pemantauan tembakau dengan menjadi negara pertama yang menandatangani WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) dan sejalan dengan kesepakatan itu, negara itu telah menerapkan peraturan pemantauan tembakau pada 2005," kata Menteri Kesehatan Banglades tersebut.
Haque mengatakan, ketentuan dalam peraturan itu tecermin di dalam rencana aksi nasional bagi pemantauan tembakau guna mengurangi konsumsi tembakau di negeri tersebut.

