Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 00:58 WIB
Harga Minyak Kembali Turun
Erlangga Djumena | Rabu, 15 April 2009 | 08:17 WIB
|
Share:

NEW YORK, KOMPAS.com —Harga minyak mentah turun, Selasa (14/4) waktu setempat, setelah data menunjukkan penjualan ritel merosot di Amerika Serikat, konsumen energi terbesar dunia, dan di tengah berlanjutnya kekhawatiran pasar tentang menyusutnya permintaan minyak global, kata para dealer.
    
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Mei turun 64 sen dari penutupan Senin menjadi 49,41 dollar AS per barrel.

Di London, minyak mentah jenis Brent untuk penyerahan Mei merosot 18 sen menjadi 51,96 dollar AS per barrel.

Para pedagang mengatakan, harga merosot setelah Departemen Perdagangan melaporkan sebuah penurunan penjualan ritel di AS pada Maret memicu kekhawatiran bahwa ekonomi AS masih terjerumus dalam resesi dengan tidak jelasnya pemulihan dalam penglihatan.

Departemen Perdagangan mengatakan, penjualan ritel jatuh setelah penyesuaian berkala 1,1 persen pada Maret, merupakan penurunan tajam dalam tujuh bulan, setelah naik dalam dua bulan sebelumnya, mengagetkan ekspektasi pasar naik 0,3 persen.

Ditambah lagi, pasar terus mencerna proyeksi Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris, yang dirilis Jumat, bahwa ekonomi global tahun ini akan mengalami kontraksi 1,4 persen, menggantikan ekspansi moderat sebelumnya.

IEA memangkas permintaan minyak global 2009 satu juta barrel per hari menjadi 83,4 juta barrel per hari, sekitar 2,4 juta bph lebih rendah daripada 2008 dan level terendah sejak 2004.

"Pasar masih merespon prospek permintaan yang sangat buruk dari Badan Energi Internasional," kata Bart Melek dari BMO Capital Markets.

"Di sana ada perwujudan yang keluar bahwa ekonomi global masih sangat lambat, itu akan memerlukan banyak waktu untuk memperbaiki situasi permintaan-pasokan,"  kata Melek. "Beberapa kenaikan minyak telah didorong oleh optimisme tentang ekonomi global."

Sumber :
Ant