Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:35 WIB
PAN Punya Modal Besar Jadi Partai Modern
Imam Prihadiyoko | Selasa, 14 April 2009 | 19:32 WIB
|
Share:

Surya/Sugiharto
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir berbincang dengan Dewan Penasehat PAN, Amien Rais (tengah) di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PAN di Hotel JW Marriott Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/5).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Charta Politica Bima Arya Sugiarto menilai transisi kekuasaan di Partai Amanat Nasional sangat berhasil. Ini bisa dilihat dari hasil perolehan suara PAN pada pemilu legislatif 2009 PAN yang relatif stabil.

"Meskipun Soetrisno Bachir yang sebelumnya bukan siapa-siapa sempat diragukan kemampuannya untuk memimpin PAN, namun ternyata mampu mempertahankan suara PAN," ujar Bima di Jakarta, Selasa (14/4).

PAN, menurut Bima, berhasil memapankan sebagai partai modern yang tidak tergantung pada dinasti. Ini juga yang membuktikan bahwa konsolidasi PAN juga berhasil dan tidak lagi di bawah bayang-bayang Amien Rais, tokoh sentral yang menjadi pendirinya.

"Posisi seperti sekarang ini, membuat PAN punya modal besar untuk menjadi partai modern yang besar," ujarnya.

Bandingkan dengan PKB yang berusaha lepas dari Gus Dur, ternyata hasilnya merosot. Orang juga banyak yang bertanya-tanya, apa jadinya PDI-P tanpa Megawati Soekarnoputri, atau PD tanpa Susilo Bambang Yudhoyono.

"PAN sistemnya makin matang untuk menjadi partai modern," ujarnya.