PEKANBARU, KOMPAS.com - Banjir di Provinsi Riau terus meluas hingga melanda ratusan rumah di dua desa di Kabupaten Kampar dan merendam sejumlah desa di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Senin (13/4), menunjukkan, banjir akibat luapan Sungai Sebayang dan Sungai Sengingi di dua desa di Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar masih berkisar 60 centimeter hingga dua meter.
Di dua lokasi banjir yakni Desa Gunung Sahilan dan Desa Sahilan Darussalam, air merendam sedikitnya 237 rumah dan 22 Kepala Keluarga dikabarkan mengungsi. "Banjir makin tinggi karena air di Hulu Sungai Sebayang memang meningkat. Kami terus menghimpun informasi mengenai dampak banjir terhadap warga," kata Kepala Desa Gunung Sahilan Rustam AR.
Menurut Rustam AR, banjir juga menenggelamkan sekitar lima hektare (ha) persawahan dan belasan ha kebun sawit dan karet milik warga. Akibatnya, aktivitas ekonomi mulai terganggu karena warga yang mayoritas petani tak bisa melakukan panen selama banjir terjadi. "Petani menunda panen karena ongkos operasional bakal membengkak apabila dipaksakan untuk panen saat banjir," katanya.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Inhu akibat luapan Sungai Batang Cinaku dan Sungai Kilan. Hingga kini diperkirakan, air telah merendam ratusan rumah di sejumlah kecamatan di sekitar sungai dengan ketinggian sekitar satu meter.
Daerah yang terendam banjir di antaranya di Kecamatan Batang Peranap yakni Desa Peladangan dengan 11 rumah terendam, Desa Pesajian sekitar 66 rumah, Desa Pematang sekitar 12 rumah, Desa Silunak 10 rumah. Kemudian Kecamatan Peranap tepatnya di Desa Setako Jaya sebanyak 10 rumah, dan Kecamatan Batang Gansal, di Desa Penyaguan.
Selain itu, satu jembatan kayu sepanjang 16 meter di desa Aur Cina Kecamatan Batang Cinaku hanyut diterjang banjir.
Kepala Badan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kesatuan Bangsa Indragiri Hulu M Nasrul mengatakan pihaknya sudah melaporkan musibah banjir tersebut ke pemerintah Provinsi Riau. "Kami harapkan bantuan dapat segera didistribusikan," ujarnya.

