Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:34 WIB
PPP Tinggalkan "Golden Triangle", Merapat ke Demokrat
Caroline Damanik | Sabtu, 11 April 2009 | 16:47 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melakukan konvoi usai mengikuti kampanye terbuka di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (29/3). Meski mendapatkan pengawalan dari aparat Kepolisian banyak diantaranya yang melanggar lalu lintas seperti tidak menggunakan helm, knalpot modifikasi dan berjalan zig-zag sehingga menganggu pengguna jalan yang lain.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sepertinya akan segera meninggalkan kerja sama politik Golden Triangle yang disepakati antara PPP, PDI-P, dan Golkar.

Sekretaris Jenderal PPP Irgan Chairul Mahfidz membantah Golden Triangle sebagai sebuah kontrak formal untuk berkoalisi antara parpol-parpol yang tergabung di dalamnya. Lebih dari itu, PPP pun kini menunjukkan kecenderungan untuk merapat ke Demokrat.

"Golden Triangle bukan bentukan koalisi. Hanya penamaan saja dari komunikasi politik yang kita lakukan," ujar Irgan di sela-sela kunjungannya di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009, Sabtu (11/4).

Oleh karena itu, Irgan mengatakan, PPP masih memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk menentukan sikap koalisinya ke depan. Dengan perolehan suara sementara yang menunjukkan keunggulan telak Demokrat, Irgan sendiri mendorong PPP untuk kembali memikirkan rencana berkoalisi kembali dengan Demokrat. "PPP jangan naif juga untuk kembali berkoalisi dengan Demokrat," tutur Irgan.

Menurut Irgan, perolehan suara sementara Demokrat yang tinggi menjadi cerminan aspirasi masyarakat. Lagipula, arus bawah PPP menunjukkan dukungan penuh kepada Susilo Bambang Yudhoyono untuk kembali maju sebagai calon presiden.

Lebih jauh terkait dukungan terhadap Demokrat, Irgan secara pribadi mengaku sangat mendorong parpolnya untuk tidak ragu berkoalisi kembali dengan Demokrat, serta mendukung SBY sebagai presiden.

Namun, Irgan menegaskan opini yang dituturkannya itu belum menjadi sikap resmi PPP. "Saya kira Suryadharma Ali (Ketua PPP) akan mendukung sikap saya," ujar Irgan.