KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
SBY: Kontrak Koalisi Harus Tertulis
Jumat, 10 April 2009 | 19:52 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Partai Demokrat menegaskan keinginannya untuk membangun koalisi berdasarkan piagam politik. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Jumat, mengatakan kontrak koalisi tersebut hrus tertuang dalam bentuk piagam tertulis sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan dijelaskan kepada publik.

"Belajar dari pengalaman koalisi yang sekarang, utamanya yang di Parlemen dan juga di Pemerintahan, memang koalisi yang akan datang harus betul-betul rules based. Kontrak politiknya juga harus jelas," tuturnya.

Piagam tertulis tersebut nantinya akan diumumkna kepada publik. Dengan demikian, SBY berharap masyarakat juga dapat ikut mengontrol kesepakatan partai-partai politik dalam membangun pemerintahan selama lima tahun mendatang.

"Rakyat kita ini jangan dikira tidak paham tentang etika dan etiket berkoalisi," ujarnya.
Menurutnya, kepentingan Partai Demokrat saat ini adalah satu, yaitu membangun pemerintahan efektif yang berhubungan sehat dengan parlemen.

Kabinet solid

Selain itu, ia berharap adanya komunikasi sehat di antara koalisi serta kebersamaan dalam menjalankan pemerintahan. Ia berharap tidak ada kejadian seorang menteri yang bergabung dalam kabinetnya sendiri mengkritik kebijakan pemerintah serta ada partai politik yang tiba-tiba mengusulkan pergantian menterinya di pertengahan jalan.

SBY mengakui masih terdapat kekurangan dalam 4,5 tahun koalisi pemerintahan yang masih berlangsung hingga saat ini. "Hal-hal tidak pas, selalu saja ada karena dulu memang kebersamaan kami tidak dalam format yang betul-betul tersepakati dengan baik," katanya.

Karena itu, lanjut dia, koalisi ke depan harus berdasarkan aturan serta kontrak politik yang jelas untuk menghindari benturan dalam kabinet. "Misalnya, apa tepat seorang menteri berangkat dari koalisi menghantami kebijakan pemerintah yang dia juga masih ada dalam pemerintah. Di negara mana pun mestinya he must be out. Ini harus jelas nanti, rakyat juga inginkan kejelasan seperti itu," tuturnya.

Ia mengatakan saat ini Partai Demokrat sedang menggodok klausul-klausul yang tertuang dalam piagam koalisi. "Sedang kami susun. Banyak yang kita telaah dengan logika dan nalar sehat," ujarnya.

Penulis: WAH   |     |   Sumber : Antara Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.