Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 03:30 WIB
Gubernur BI: Darmin dan Gunarni Kompeten
Erlangga Djumena | Jumat, 3 April 2009 | 15:48 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Bank Indonesia Boediono menilai, dua calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang diajukan Presiden, yaitu Dirjen Pajak Darmin Nasution dan Komisaris Bank Mandiri, Gunarni Suworo, kompeten.

"Dua nama ini adalah yang menurut daya kompeten dan integritas tinggi. Saya kira, nama yang baik sekali dan saya kira kita akan selalu bisa kerja sama dengan mereka," katanya di Jakarta, Jumat (3/4).

Adapun ketika ditanyakan mengapa tidak ada calon dari dalam Bank Indonesia, Boediono hanya tersenyum saja.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI Endin AJ Soefihara mengatakan, Presiden perlu mengajukan calon dari dalam (internal) Bank Indonesia sebagai calon deputi gubernur senior Bank Indonesia yang akan menggantikan Miranda S Goeltom yang habis masa tugasnya pada 26 Juni 2009.

"Ya kan perlu juga untuk mengajukan dari dalam, biasanya kalau gubernurnya dari luar BI, deputi gubernur seniornya dari dalam," katanya.

Pengamat ekonomi, Tony A Prasetyantono, mengatakan, kedua calon tersebut memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. "Pak Darmin Nasution ahli untuk ekonomi makro, sedangkan Bu Gunarni ahli di perbankan," katanya.

Menurut dia, BI membutuhkan orang yang memiliki keahlian di bidang perbankan karena selama ini belum ada deputi gubernur Bank Indonesia yang berasal dari praktisi yang menguasai perbankan.

"(Hal itu) terlepas dari apakah untuk deputi gubernur atau deputi gubernur senior dibutuhkan orang yang ahli di perbankan," katanya.

Periode Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang saat ini masih dijabat oleh Miranda Swaray Goeltom akan berakhir pada 26 Juni mendatang.

Presiden telah mengajukan dua nama itu sejak sebelum 26 Maret 2009 atau tiga bulan sebelum berakhirnya jabatan DGS BI sesuai dengan UU BI no 3/2004.

Pencalonan untuk jabatan Dewan Gubernur dari luar lingkungan BI bukan pertama kalinya. Pada pemilihan gubernur Bank Indonesia sebelumnya, Presiden juga mengajukan calon dari luar BI.

Sumber :
Ant